Ruang Jelajah Pariwisata

"Ruang Jelajah Pariwisata merupakan wadah informasi, eksplorasi, dan edukasi mengenai dunia pariwisata"

Tentang

Ruang Jelajah Pariwisata

"Ruang Jelajah Pariwisata merupakan wadah informasi, eksplorasi, dan edukasi mengenai dunia pariwisata. Media ini hadir untuk membahas berbagai topik di sektor pariwisata. Melalui artikel yang menarik dan informatif, media ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran sekaligus berbagai wawasan untuk masyarakat umum."

Tentang
Ruang Baca

Artikel Terbaru

"Selamat datang di Ruang Baca Pariwisata UNY. Platform ini didedikasikan untuk mendiseminasikan pemikiran kritis, hasil riset, dan ulasan mendalam mengenai dinamika industri pariwisata global. Fokus kami mencakup inovasi manajemen, keberlanjutan ekowisata, hingga strategi pemberdayaan destinasi demi mewujudkan pariwisata Indonesia yang lebih unggul."

Jelajahi Semua
Antara Devisa Dan Daya Dukung
Over Tourism4 Jun 2026

Antara Devisa Dan Daya Dukung

Pariwisata merupakan salah satu sektor strategis yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya di Provinsi Bali yang menjadi destinasi wisata unggulan nasional. Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan setelah pandemi COVID-19 menunjukkan keberhasilan pemulihan sektor pariwisata. Namun, pertumbuhan tersebut juga memunculkan berbagai tantangan, salah satunya adalah fenomena overtourism atau kunjungan wisata yang melebihi daya dukung destinasi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dampak peningkatan jumlah wisatawan terhadap aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan di Bali serta menganalisis pentingnya penerapan konsep pariwisata berkelanjutan sebagai solusi jangka panjang. Penulisan artikel dilakukan melalui studi pustaka dengan memanfaatkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Bali, serta berbagai publikasi ilmiah dan media massa yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sektor pariwisata memberikan kontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan perolehan devisa negara. Akan tetapi, tingginya aktivitas wisata juga menyebabkan kemacetan lalu lintas, peningkatan volume sampah, tekanan terhadap ketersediaan air bersih, kenaikan harga lahan, serta perubahan sosial dan budaya di masyarakat lokal. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pariwisata tidak dapat diukur hanya berdasarkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga harus mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih berorientasi pada pariwisata berkualitas (quality tourism), pemerataan destinasi wisata, penguatan desa wisata, serta pengelolaan lingkungan yang lebih efektif guna menjaga daya saing dan keberlanjutan pariwisata Bali di masa depan.

C
Christian Tahara Anansah Sihite
Statistik
13
Total Artikel
0
Penulis Aktif
12
Kelompok Riset
9
Kategori Topik